PONOROGO – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Kabupaten Ponorogo membawa dampak besar bagi keselamatan dan mobilitas warga. Infrastruktur tersebut menggantikan jembatan darurat yang sebelumnya menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah.
Di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, jembatan penghubung yang sempat ambrol akibat longsor membuat warga kesulitan beraktivitas. Selama itu, warga harus melewati jembatan darurat yang licin dan berbahaya, terutama saat hujan turun.
Kondisi tersebut dialami siswa SDN 4 Wagir Lor, Gwenzy Elmayra Gusti. Ia mengaku kini bisa berangkat sekolah tanpa rasa takut setelah jembatan permanen dibangun.
“Terima kasih kepada pak polisi dan Bunda Lisdyarita yang sudah membuatkan jembatan ini, sehingga saya bisa sekolah dengan aman,” ujarnya.
Sebelumnya, ia harus digendong guru saat melintasi jembatan darurat. Hal itu dilakukan karena kondisi jalur yang rawan terpeleset dan membahayakan keselamatan siswa.
Kepala SDN 4 Wagir Lor, Zainal Abidin, mengatakan sebelum adanya jembatan permanen, para guru harus bergiliran membantu siswa menyeberangi sungai agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“Perjuangan anak-anak luar biasa. Kami membantu mereka menyeberang secara bergiliran. Dengan adanya jembatan yang bagus ini, kami sangat berterima kasih,” katanya.
Di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, dua jembatan yang putus akibat bencana alam pada 2025 juga berdampak besar bagi warga. Tiga dukuh yakni Tandan, Gombang, dan Minggring sempat terisolasi selama hampir satu tahun karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Salah satu warga, Boyani, mengatakan selama jembatan putus, warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari bambu. Kondisinya cukup berbahaya dan menghambat aktivitas masyarakat.
“Sekarang sudah selesai, bisa dilewati roda dua dan roda empat. Sudah lancar kembali seperti sebelum kena bencana,” ujarnya.
Kepala Desa Grogol, Jalu Prasetyo, menegaskan kedua jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga. Tanpa jembatan permanen, mobilitas warga sangat terbatas dan aktivitas ekonomi terganggu.
“Kedua jembatan ini sangat vital menghubungkan tiga dusun. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu percepatan pembangunan,” ucapnya.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan total ada empat Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun melalui kerja sama Polres Ponorogo dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Tiga jembatan telah selesai dibangun di Kecamatan Ngebel dan Sawoo, sedangkan satu jembatan lainnya di Kecamatan Bungkal masih dalam proses pembangunan.
“Dari empat lokasi yang disurvei, sarana ini sangat krusial bagi anak-anak yang berangkat sekolah. Alhamdulillah tiga jembatan sudah bisa dilewati dengan aman,” pungkasnya. (tim)











