Ponorogo – Longsor beruntun di ruas Jalan Ponorogo–Pacitan wilayah Kecamatan Slahung tak hanya dipicu hujan deras. Struktur tanah kawasan gunung purba disebut menjadi salah satu faktor utama penyebab kerawanan longsor di jalur penghubung Ponorogo–Pacitan tersebut.
Hal itu terungkap saat anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur melakukan monitoring di sejumlah titik longsor, Kamis (23/4). Peninjauan dilakukan bersama Unit Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Jawa Timur wilayah Madiun.
Anggota Komisi D DPRD Jatim Diana AV Sasa mengatakan, hasil kajian akademisi menunjukkan adanya pelapukan tanah yang cukup dalam di kawasan tersebut.
“Selain faktor hujan, akademisi dari UGM menemukan pelapukan kontur tanah sedalam 30 hingga 35 meter. Wilayah ini merupakan kawasan gunung purba,” jelasnya.
Menurut dia, kondisi lokasi yang berada di kawasan hutan lindung milik Perhutani membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara cepat dan sederhana. Diperlukan koordinasi lintas instansi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Ia menyebut, longsor di jalur tersebut bukan kejadian baru. Hampir setiap musim hujan, material tanah kerap menutup badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
“Lokasi ini memang sering longsor dan menghambat aktivitas masyarakat. Karena statusnya hutan lindung, penanganannya harus melalui koordinasi dengan Perhutani,” terangnya.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah mempertimbangkan pengurangan beban tanah di lereng serta pembangunan tembok terasering guna memperkuat struktur tanah.
“Solusinya mengurangi beban tanah dan membuat tembok terasering. Tapi tetap harus dikomunikasikan karena lahannya berstatus hutan lindung,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala UPT PJJ Madiun Jarwoto mengatakan, saat ini penanganan masih difokuskan pada langkah darurat. Petugas terus melakukan pembersihan material longsor agar jalur tetap dapat dilalui kendaraan.
Ia mengakui, relokasi jalur menjadi opsi paling aman untuk jangka panjang. Namun, rencana tersebut membutuhkan anggaran besar serta proses pembangunan yang tidak singkat.
“Relokasi jalur sebenarnya paling aman sesuai kajian akademisi. Tapi saat ini kami fokus membersihkan material longsor agar lalu lintas tidak terganggu,” katanya.
Sebagai informasi, pada 14 April lalu tercatat sedikitnya sembilan titik longsor terjadi di wilayah Kecamatan Slahung. Mayoritas titik longsor berada di sepanjang ruas Jalan Raya Ponorogo–Pacitan











