Ajang kreatifitas para santri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, menghadirkan sebuah pertunjukan bertajuk Darussalam All Star Show. Beragam penampilan cukup menarik perhatian bukan saja pimpinan, wali samtri bahkan masyarakat tang datang melihat.
Tata panggung spektakuler hingga pertunjukan ditampilkan mulai dengan tarian nusantara, yaitu beragam kesenian dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari tarian Aceh sampai dengan Papua.
Darussalam All Star Show (DASS) merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka 100 tahun Pondok Gontor.
“Saya mengikuti dari mulai peringatan 40 tahun pada 1966, lalu setengah abad ditahun 1978. Kemudian mengikuti 70 tahun, 80 tahun dan kini 100 tahun Pondok Gontor,” kata Pimrpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal.
Lanjutnya, Kiai Sahal menambahkan bahwa, kegiatan seperti ini murni semua adalah karya daripada para santri sendiri. Tidak melibatkan pihak dari luar.
“Acara seperti ini, peran saya sebagai pimpinan cuma 5 persennya saja. Semuanya adalah kreatifitas anak-anak santri sendiri. Sejak dini anak-anak dibentuk untuk 200 tahun yang akan datang,” terangnya.
Tidak hanya hasil karya, masih menurut Kiai Sahal, bahwa untuk semua peralatan pendukung juga milik Pondok Gontor, sehingga tidak mendatangkan dari luar.
“Alhamdullilah dari penyelenggaraan semua dari Pondok Gontor, tidak mengundang dari luar. Alat hampir semua milik pondok,” ungkapnya.
Selain peralatan hingga pertunjukan merupakan daei santri sendiri, Pondok Gontor juga tidak meminta sumbangan dari pihak manapun.
“Kita tidak meminta anggaran daripada organisasi, atau perusahaan tidak mengambil dari sana sini, semua ditanggung Pondok Gontor. Mengandalkan kebersamaan, untuk bisa mengibur para samtri dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Pada peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo berbagai kegaiatan digelar sejak tahun lalu, sampai nanti pada puncak peringatan salah satu pondok terbesar di Indonesia ini. (tim)











