PACITAN – Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Pacitan masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana. Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, sedikitnya 33 sekolah masuk dalam daftar penanganan karena kondisi bangunan dan fasilitas yang memerlukan pembenahan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dindik Pacitan, Wahyono, mengatakan kebutuhan perbaikan tersebut tersebar di puluhan sekolah dengan tingkat kerusakan yang beragam. Bahkan, beberapa sekolah membutuhkan penanganan cukup berat hingga perbaikan secara menyeluruh.
Di antara sekolah yang masuk dalam daftar penanganan tersebut adalah SDN Jatigunung 1 dan SDN Menadi di Kecamatan Pacitan. Kondisi bangunan yang membutuhkan pembenahan membuat perbaikan sarana pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
“Untuk SD ada 33 lembaga,” ujar Wahyono.
Menurutnya, perbaikan tidak hanya difokuskan pada ruang kelas. Sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar juga menjadi sasaran penanganan, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Pekerjaan yang direkomendasikan meliputi perbaikan ruang kelas, kantor guru, ruang usaha kesehatan sekolah (UKS), pagar, hingga pembenahan halaman sekolah. Penentuan jenis pekerjaan dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi terhadap kondisi fasilitas di masing-masing lembaga pendidikan.
“Ruang kelas, kantor guru, UKS, pembenahan pagar dan halaman, sesuai dengan menu yang direkomendasikan,” jelasnya.
Adapun pembiayaan perbaikan tersebut bersumber dari anggaran pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan serta rekomendasi penanganan terhadap kondisi bangunan sekolah.
Wahyono menegaskan, pembenahan sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya dilakukan pada tahun ini. Perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi kerusakan dan ketersediaan anggaran.
Dengan penanganan tersebut, diharapkan fasilitas pendidikan di Pacitan semakin memadai sehingga dapat menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal. (*)












