PACITAN –(Kubaca.Com) Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Pacitan, salah satunya melalui penguatan akses air bagi lahan pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui program irigasi perpompaan yang mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
Pada periode pertama, Pacitan mendapat alokasi program irigasi perpompaan untuk 131 kelompok tani dengan total anggaran sekitar Rp20 miliar. Masing-masing kelompok tani mendapatkan alokasi sekitar Rp153 juta.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Susilo Budi, mengatakan bantuan tersebut diarahkan khusus untuk pembangunan sarana irigasi perpompaan sesuai ketentuan program.
“Periode pertama mendapat alokasi untuk 131 kelompok tani. Per kelompok tani mendapatkan alokasi anggaran Rp153 juta,” kata Budi.
Bantuan tersebut mencakup sejumlah komponen pendukung irigasi. Di antaranya bangunan pengambilan air yang dapat bersumber dari sungai maupun air tanah atau sumur bor, pompa beserta kelengkapannya, rumah pompa, bak penampung, jaringan distribusi air, serta prasasti atau papan nama kegiatan.
Menurut Budi, keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat memperluas akses air ke lahan pertanian. Dengan begitu, produktivitas tanaman dapat tetap terjaga meskipun petani menghadapi perubahan pola musim maupun potensi kekeringan.
Program irigasi perpompaan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola atau padat karya dengan melibatkan kelompok tani penerima bantuan.
“Berdasarkan perjanjian kerja sama, seluruh pekerjaan program irigasi perpompaan tersebut ditargetkan selesai hingga akhir Desember,” pungkasnya.(AKZ)












