PONOROGO – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Kabupaten Ponorogo dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan usai pemantauan bersama Satgas Pangan di Pasar Legi, Selasa (3/3).
Analis Ketahanan Pangan Madya Bapanas, Maya Safrina, menyebutkan secara umum harga komoditas relatif stabil. Bahkan, beberapa bahan pokok tercatat mengalami penurunan.
Cabai merah besar kini dijual Rp 20 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting Rp 35 ribu per kilogram. Cabai rawit yang sebelumnya menyentuh Rp 100 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 90 ribu per kilogram.
“Memang masih cukup tinggi, tapi dengan pasokan yang terus bertambah, kami optimistis harganya akan kembali turun,” ujarnya.
Harga daging ayam dan daging sapi juga terpantau melandai meski belum signifikan. Dalam sidak tersebut, tim tidak menemukan pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Minyakita dijual Rp 15.700 per liter, beras SPHP Bulog Rp 57 ribu per 5 kilogram, dan beras premium Rp 15 ribu per kilogram atau sedikit di atas HET Rp 14.900.
Untuk menjamin transparansi, Bapanas akan memasang daftar harga acuan di sejumlah titik strategis Pasar Legi agar masyarakat mudah memantau harga sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kepala Bulog Ponorogo Budiwan memastikan stok beras dalam kondisi sangat aman. Saat ini, gudang Bulog Ponorogo menyimpan sekitar 60 ribu ton beras yang siap disalurkan sesuai kebutuhan pasar.
“Ketersediaan beras aman sampai Lebaran. Bahkan kalau ada lonjakan permintaan, kami siap gelontorkan tambahan,” tegasnya.
Tak hanya beras, pasokan Minyakita juga terus ditingkatkan. Jika pada Januari lalu distribusi berkisar 100 hingga 200 ribu liter, kini sudah mencapai 300 ribu liter. Bulog Ponorogo bahkan telah mengajukan tambahan pasokan ke Kanwil Bulog Jawa Timur untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak ingin ada kelangkaan. Distribusi kami percepat supaya masyarakat mudah mendapatkan Minyakita dengan harga sesuai ketentuan,” tambah Budiwan.
Dengan kondisi stok melimpah dan harga relatif stabil, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat Ponorogo selama Ramadan hingga Lebaran tetap terkendali tanpa gejolak berarti. (tim)











