BPBD Pacitan Revisi Rilis Gempa, Dipastikan Gempa Darat Intraslab di Nogosari Ngadirojo

Pacitan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan merevisi informasi awal terkait gempa bumi yang mengguncang wilayah Pacitan, Selasa (27/1). Gempa yang sebelumnya disebut sebagai gempa samudera, kini dipastikan merupakan gempa darat setelah adanya pembaruan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengatakan pihaknya sejak awal hanya meneruskan informasi resmi dari BMKG. Pada rilis pertama, episentrum gempa disebut berada di wilayah tenggara Pacitan atau di kawasan perairan laut.

“Namun setelah dilakukan pembaruan data oleh BMKG, gempa tersebut dipastikan sebagai gempa darat,” ujar Erwin dalam keterangan di Media Center BPBD Pacitan.

BMKG sebelumnya juga sempat menyebut lokasi episentrum berada di Desa Wonosidi, Kecamatan Tulakan. Dalam rilis terbaru, BMKG mengoreksi lokasi gempa yang sebenarnya berada di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.

Erwin menjelaskan bahwa Pacitan memiliki potensi gempa darat karena adanya Sesar Grindulu. Berdasarkan pemetaan BMKG, sesar tersebut membentang dari wilayah Nogosari, Wonosidi, hingga ke arah barat meliputi Bungur, Jatigunung sampai Donorojo.

“Awalnya kami mengkhawatirkan gempa ini berkaitan dengan aktivitas Sesar Grindulu. Namun setelah koordinasi dengan BMKG Nganjuk, dipastikan gempa ini bukan disebabkan oleh sesar, melainkan merupakan gempa intraslab,” jelasnya.

Gempa intraslab merupakan gempa yang terjadi di dalam lempeng tektonik, bukan pada batas pertemuan lempeng. Dalam peristiwa ini, gempa dipicu oleh pecahan lempeng Australia yang menghunjam ke mantel bumi.

Fenomena ini tergolong jarang terjadi, sehingga data awal BMKG sempat mengalami beberapa kali pembaruan. Gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 122 kilometer dengan kekuatan 5,7 magnitudo dan termasuk kategori gempa dalam.

Menurut Erwin, dampak gempa di Pacitan relatif kecil. Namun getaran gempa justru dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah sekitar seperti Trenggalek yang dilaporkan mengalami kerusakan bangunan.

Meski demikian, BPBD Pacitan mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak panik. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa, baik gempa darat maupun gempa laut.

“Masyarakat perlu terus menambah pengetahuan tentang kebencanaan, memperkuat konstruksi rumah, mengamankan barang-barang di dalam rumah, serta memastikan jalur evakuasi aman dan mudah diakses,” pungkas Erwin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *