PACITAN – Program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terbukti mendorong modernisasi pertanian tembakau di Kabupaten Pacitan. Bantuan tersebut dinilai efektif menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani.
Ketua II Kelompok Tani Tembakau Sumber Asih, Sularno, menyampaikan manfaat DBHCHT dirasakan langsung oleh anggotanya.
“Dari pelatihan sampai alat produksi semua kami dapat. Ini sangat membantu,” katanya.
Ia menuturkan, kelompoknya menerima mesin rajang, kultivator, toren air, hingga kendaraan roda tiga.
“Kalau dulu butuh banyak tenaga, sekarang lebih cepat dan hemat biaya,” ujarnya.
Selain itu, pendampingan teknis membuat petani lebih disiplin dalam tahapan budidaya.
“Sekarang semua terjadwal, mulai pemupukan sampai panen,” jelasnya.
Dengan 160 anggota aktif, Kelompok Tani Sumber Asih berharap DBHCHT terus diperkuat.
“Kami ingin pertanian tembakau Pacitan semakin maju,” pungkasnya.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap rokok ilegal. Ciri rokok ilegal antara lain tanpa pita cukai, pita cukai palsu, kemasan polos tanpa merek resmi, serta harga yang jauh lebih murah dari rokok legal.











